”suatu ketika pintu kebahagiaan tertutup, pintu yang lain dibukakan. Tetapi sringkali kita terpaku terlalu lama pada pintu yang tertutup sehingga tidak melihat pintu lain yang dibukakan bagi kita”
”Andai bisa air mata menjadi tinta
sudah pasti sebuah syair ku nukilkan
mengungkapkan bait-bait hati
membaris abjad dari bicara atma
Duhai Maha Pendengar seisi dunia
tiada silu semahunya aku
dua lutut direbahkan lagi
untuk sekian kalinya mengemis
sekelumit kasih dari-Mu
biarlah walau dengan lemparan Kau berikan
Jauhkan kesedihan yang belum hak bagiku
jauhkan kesayuan ini
agar aku tahu
tugas mutlak hanya milik-Mu…”
21.00p.m/6.8.10
Lembut gigi dari Lidah