Damailah Wahai Hati
”Andai bisa air mata menjadi tinta
sudah pasti sebuah syair ku nukilkan
mengungkapkan bait-bait hati
membaris abjad dari bicara atma
Duhai Maha Pendengar seisi dunia
tiada silu semahunya aku
dua lutut direbahkan lagi
untuk sekian kalinya mengemis
sekelumit kasih dari-Mu
biarlah walau dengan lemparan Kau berikan
Jauhkan kesedihan yang belum hak bagiku
jauhkan kesayuan ini
agar aku tahu
tugas mutlak hanya milik-Mu…”
21.00p.m/6.8.10
Advertisement
Categories: karya-karya




Lembut gigi dari Lidah