Home > karya-karya > SAHABAT-SAHABAT IBU

SAHABAT-SAHABAT IBU

 

SEJAK kaki ayah tak lagi mengenal bilah-bilah

lantai rumah kayu yang pernah dibangunnya.

Dan aku serta dua adikku memiliki pikiran

masing-masing yang berbeda satu sama lain.

Ibu bersahabat dengan benda-benda tajam.

1.

jarum

UNTUK menjahit, katanya.

Sebab waktu senantiasa selimut compang.

Sementara tulang-tulangnya jadi sarang

penyakit aneh yang tak bisa ia sebutkan namanya

seperti menyebut nama-nama orang yang dicintainya.

2.

pisau

KADANG-KADANG ia benci ranum buah-buahan:

apel dan tomat yang merah,

semangka dan mangga berkulit kencng,

atau mentimun yang segar dan putih.

Masa-masa remajanya tak bisa kembali

seperti juga alamat ayah yang sia-sia dicari.

3.

gunting

BUNGA-BUNGA dan rumput di halaman

suka berubah jadi uban di kepalanya.

Ia tak ingin ada hutan menyeramkan

tumbuh di sana. Sebab bagaimanapun

ia tak pernah lelah menunggu anaknya

datang mencium keningnya atau

mungkin ayah dengan ole-ole

sebuah cerita tentang petualangan.

4.

cermin

BUKAN dada dan pipinya yang suka ia ajak bicara.

Tetapi ia senang menantang sepasang matanya

agar terus bertahan dan tidak segera menyerah

kepada musim hujan dan mimpi-mimpi buruk

yang selalu bersiap melompat masuk ke sana.

-M.AAN MANSYUR-

Categories: karya-karya
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: