Home > Coretan > Sabar, bukan sekadar ucapan…

Sabar, bukan sekadar ucapan…

” Dan Kami sungguh-sungguh mengetahui bahawa dadamu menjadi sempit disebabkan apa yang mereka ucapkan. Maka bertasbihlah dengan memuji Rabbmu dengan jadilah kamu antara orang-orang yang bersujud ” ( Al-Hijr : 97-98 )

Pengalaman hari ini setelah melapor ke Dokter R  insyaAllah tidak akan dapat dilupakan. Dunia ini memang dipenuhi pelbagai manusia dengan sikap yang bervariasi. Ada yang suka senyum, biar keletihan… Ada juga yang sebaliknya…

Hanya pergi melapor, dimarahi… Malah dikutuk atau lebih tepat dihina… Awal-awal masuk ke biliknya, sudah semua dimarahi. Kami 11 orang harus menjawab serentak bila ditanya apa-apa soalan. Tidak boleh senyum, katanya kami semua hodoh sangat bila tersenyum. Jadi tidak perlu senyum-senyum kerana akan menimbulkan sakit hati pada Dokter R itu.

Aneh..ada juga manusia macam itu…

Jadi semua orang harus memperkenalkan nama, nama ibu bapa, kerja ibu bapa, asal dari mana, anak ke berapa dan status apakah sudah menikah atau belum…Taaruf jenis apa ni…hmmm…..

Kawan yang pertama mula memperkenalkan diri. ” Bodoh kau..apa bicara begitu..bodoh sekali..” Dokter R memulakan komentarnya. ” Pasti tidak ada lelaki yang mahu sama kau. Bagaimana mau, kau bodoh sekali. Bagaimana ya kau bisa lulus ke Kedokteran..pasti ada salah komputer itu..” Bicara Dokter R lagi. Aduh, kami 10 orang yang lain mulai tegang dengan perasaan masing-masing. Ada saja kesalahan yang dia lihat. Biar tidak terlalu masuk akal untuk dimarahi. Aku sendiri bingung…

Teman-teman meneruskan sesi memperkenalkan diri masing-masing ke dokter. Seperti biasa, ada sahajalah yang tidak kena dengan cara mahupun jawapan dari kami semua. Semuanya salah. Entah apa yang diperkirakan benar juga tak tahu lah.

Memang dalamseumur hidup, mungkin inilah penghinaan dan kutukan yang agak melampau dari seorang manusia. Namun kami semua sedar, tidak ke manapun kata-kata dari Dokter R itu. Bahkan tidak menjamin apapun nasib kami kerana semuanya dalam pengaturan Allah SWT Yang Maha Berkuasa.

Isnin ini akan bertemu lagi dengan Dokter R itu. Entah apa la yang akan berlaku lagi. Mudah-mudahan Allah memberi kelembutan hati dan lidah buat Dokter R supaya lebih berhati-hati dalam bertutur. Serta Allah mengurniakan kesabaran buat kami semua, sehingga tidak sedikitpun sikapnya itu mengurangi rasa hormat kami kepadanya.

Categories: Coretan
  1. January 25, 2010 at 4:59 am

    mcm2 ragam perangai manusia. ade yg menenangkn hati ada jgk sbaliknya. ish4… sumenya tlahir dari keadaan hatinya. bile hatinya kotor, akan lahir la akhlak yg x myenangkan. moga kt sma2 thindar dari hati@iman yg tcemar.

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: