Home > Coretan > Jangan berani mencuba bermain api Cinta

Jangan berani mencuba bermain api Cinta

Aku tertanya-tanya apakah perlu dipersembahkan perihal kali ini. Kisah yang sarat dengan pengalaman dan pengajaran seseorang yang begitu dekat dan sangat hampir dengan diriku. Melihatnya seperti juga aku melihat diriku.

Memandangnya seolah memandang diriku. Setelah beberapa kurun saat bergelut dengan bisikan sanubari yang penuh keraguan, akhirnya aku tekad menulis. Dikuatkan diri dan setelah benar yakin untuk mencoret tinta kehidupan, maka aku mulainya. Kerana, dengan penuh rasa pengharapan mudah-mudahan insan lain yang masih ‘mastur’ dari pengalaman hidup sebegini, yang masih berada di luar dari celupan kisah sebegini, tidak terpalit dengannya.

Kesedihan demi kesedihan dilaluinya. Membungkus diri dalam kesayuan seperti kehidupan tiada lagi. Sedangkan dirinya tahu masa yang ada hanya sedikit dibanding tanggungjawabnya. Namun, rohnya tidak menyedari keadaan ini. Maka hanya kepiluan yang terus dilayaninya.

Nah, inilah akibat berani bermain api cinta sebelum tiba waktunya. Api cinta hanya akan membakar kembali diri kita jika kita nyalakannya sebelum masa yang dijanjikan Sang Pencipta. Saat tidak dipenuhi hasrat hati, tika sulaman jiwa tidak mampu dibaca oleh si dia, tatkala kecamuk emosi menjadi badai atma, apa yang ada hanyalah kesedihan. Suatu kesedihan yang sebenarnya tidak layakpun untuk singgah apalagi bertakhta dalam hati manusia. Namun, inilah yang terjadi. Semuanya telah terbakar dek api cinta.

Kebakaran yang berlaku dalam hati hanya melahirkan kegersangan jiwa di kemudian harinya. Kerana titisan air mata yang tumpah hakikatnya tiada erti bagi dirinya apalagi bagi si dia. Hanya ikatan suci yang memberi makna sebenar kita memahami perasaannya dan dia memahami perasaan kita. Sebelum ada lafaz yang halal, tiada jugalah persefahaman apalagi hingga mampu menyelami perasaan pasangan. Semuanya hanya bayangan indah dari hiasan-hiasan cinta yang fana.

Sedih..sedih..sedih.. Sampai bila kita harus begini? Tanggungjawab kita masih banyak. Perjalanan masih panjang andai diberi pinjaman nyawa lebih lama oleh Sang Pencipta.

Bangunlah kembali jiwa yang kerdil. Jiwa yang tandus dengan tarbawi. Masih banyak kebahagiaan menanti andai dikau mampu membuka mata hati, melihat dunia dengan kaca mata dakwah, merasainya dengan genggaman tarbiyah jihadiyah yang sebenar.

Buat insan lain, janganlah berani mencuba bermain dengan api cinta kerana tiada kebahagiaan yang hakiki dalam baranya…… Akan tiba jua masanya insyaAllah, saat itu putera Agamamu akan setia merawat luka hatimu~

Tangisan sanubari telah terhenti
Kala suram suria memancar sinarnya
Pertemuan seindah bayangan firdausi
Menjadi zikir kasih yang suci

Lukisan dua jiwa menjadi satu
Terkenang detik bertemunya kau dan aku
Santun berhikmah mengingatkan diri
Hidup dan mati hanya untuk Ilahi

Mengenggam janji cinta ini
Bertemu kasih tanpa jasad
Bicara tanpa suara
Hanya tulisan bahasa indah
Mengeratkan antara kita
Hinggalah ke akhirnya

Kau ku sanjung kerna pengorbanan
Bagai puteri di kayangan
Tika ku lesu hadapi hidup
Kau hembuskan nafas semangat
Penawar hati

Lagu: AMAR
Lirik: AMAR

-ummi al-fatih-

Categories: Coretan
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: