Archive

Archive for August, 2010

Renungi Diri

August 21, 2010 Leave a comment

di hari ini, sebelum kita menyesali keadaan kita, lihatlah…

bahwa ada orang yang buta memendam keinginan untuk menyaksikan dunia…

orang yang tuli memendam keinginan untuk mendengar suara-suara…

orang yang lumpuh memendam cita-cita untuk dapat berjalan walaupun hanya beberapa langkah…

orang yang bisu memendam cita-cita untuk bisa mengucapkan beberapa kata…

Sedangkan engkau lebih dari mereka ; engkau bisa melihat, bisa mendengar, bisa berjalan dan bisa berbicara…

”Maka nikmat Tuhan kamu yang mana yang kamu dustakan?” (Ar-Rahman)

Categories: Coretan

Ulangtahun

August 12, 2010 Leave a comment

Categories: Uncategorized

Membatalkan Pinangan

August 11, 2010 Leave a comment

Dalam Hadist berikut Rosulullah saw. bersabda:
“Sifat orang munafik itu ada tiga: apabila berkata, ia dusta; bila
berjanji, ia menyalahi; dan bila dipercaya, dia khianat.” (HR.
Bukhari)

Peminangan merupakan langkah pendahuluan sebelum akad nikah. Pada
saat meminang sering kali disertai dengan pemberian maskawin, baik
seluruh atau sebagiannya, dan disertai pemberian bermacam-macam
hadiah atau lainnya guna memperkokoh pertalian dan hubungan yang
masih baru itu. Akan tetapi, terkadang terjadi bahwa pihak
laki-laki atau perempuan atau kedua-duanya kemudian membatalkan
rencana pernikahan. Bolehkan hal ini dilakukan? Apakah segala yang
telah diberikan kepada perempuan yang dipinang itu harus
dikembalikan?

Read more…

Categories: Uncategorized

bahagia

”suatu ketika pintu kebahagiaan tertutup, pintu yang lain dibukakan. Tetapi sringkali kita terpaku terlalu lama pada pintu yang tertutup sehingga tidak melihat pintu lain yang dibukakan bagi kita”

Categories: Uncategorized

Damailah Wahai Hati

”Andai bisa air mata menjadi tinta

sudah pasti sebuah syair ku nukilkan

mengungkapkan bait-bait hati

membaris abjad dari bicara atma

Duhai Maha Pendengar seisi dunia

tiada silu semahunya aku

dua lutut direbahkan lagi

untuk sekian kalinya mengemis

sekelumit kasih dari-Mu

biarlah walau dengan lemparan Kau berikan

Jauhkan kesedihan yang belum hak bagiku

jauhkan kesayuan ini

agar aku tahu

tugas mutlak hanya milik-Mu…”

21.00p.m/6.8.10

Categories: karya-karya